Bawaslu Mamuju Gelar Jumpa Berlian Melalui Zoom Meeting, Untuk Perkokoh Spiritualitas Pengawas Pemilu
|
Mamuju, Badan Pengawas Pemilihan Umum Bawaslu Kabupaten Mamuju-Penguatan integritas tidak hanya dibangun melalui regulasi dan profesionalisme, tetapi juga lahir dari hati yang dipenuhi nilai-nilai spiritual. Dengan semangat itulah Bawaslu Kabupaten Mamuju menggelar kegiatan Jumpa Berlian sebagai ruang silaturahmi dan pembinaan mental spiritual bagi seluruh jajaran, agar setiap amanah pengawasan pemilu dijalankan dengan penuh kejujuran, tanggung jawab, dan keikhlasan.
Menindaklanjuti Surat Edaran Bawaslu Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pelaksanaan Kegiatan Jumat Sehat dan Jumpa Berlian di lingkungan Sekretariat Jenderal Bawaslu, Sekretariat Bawaslu/Panwaslih Provinsi, serta Sekretariat Bawaslu/Panwaslih Kabupaten/Kota, Bawaslu Kabupaten Mamuju melaksanakan kegiatan Jumpa Berlian secara daring melalui Zoom Meeting pada Sabtu (11/7/2026).
Kegiatan yang mengangkat tema "Membangun Integritas dan Spiritualitas dalam Penguatan Kinerja Pengawasan Pemilu" ini menghadirkan narasumber Ustadz Hardianto, S.Sos., M.Sos., selaku Ketua IPARI Kementerian Agama Kabupaten Mamuju. Kegiatan diikuti oleh Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten Mamuju, Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Mamuju, serta seluruh jajaran staf Bawaslu Kabupaten Mamuju.
Kegiatan dibuka langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Mamuju, Rusdin, S.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Jumpa Berlian bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi wadah mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat pembinaan mental dan spiritual seluruh jajaran Bawaslu.
"Mental harus terus diasah melalui kegiatan-kegiatan spiritual keagamaan seperti ini, bagaimana kita saling mendengarkan tausyiah dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Terima kasih kepada Kementerian Agama Kabupaten Mamuju yang senantiasa mendukung kami dalam pembinaan mental spiritual. Kepada seluruh jajaran yang mengikuti Zoom Meeting ini, mari kita mengikuti kegiatan dengan saksama sebagai bentuk silaturahmi dan pengingat bahwa sebagai manusia kita tidak luput dari kesalahan," ujar Rusdin.
Dalam tausyiahnya, Ustadz Hardianto menekankan bahwa integritas dan spiritualitas merupakan fondasi utama dalam menjalankan amanah sebagai penyelenggara pengawasan pemilu.
"Kita sebagai hamba Allah SWT harus menjadikan integritas dan spiritualitas sebagai landasan dalam menjalankan tugas. Amanah sebagai pegawai di Badan Pengawas Pemilihan Umum harus dijaga dengan sebaik-baiknya. Spiritualitas menjadi perisai moral dalam diri sehingga integritas semakin kuat untuk mengawal seluruh proses pemilu demi menghasilkan pemilihan yang bersih, jujur, dan membawa kemaslahatan bagi masyarakat Indonesia," ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap tugas yang dijalankan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.
"Setiap tugas yang kita lakukan adalah amanah yang akan kita pertanggungjawabkan kepada Allah SWT. Karena itu, setiap pekerjaan hendaknya diniatkan semata-mata karena Allah SWT. Milikilah integritas yang tinggi dalam mengawal Pemilu. Selamat bertugas, semoga nilai-nilai yang kita peroleh bukan hanya sebatas penilaian semata, tetapi benar-benar menjadi karakter dalam diri kita. Marilah kita jadikan Program Jumpa Berlian ini sebagai sarana memperkuat nilai-nilai integritas," Pesan Hardianto.
Pada sesi diskusi, Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Mamuju, Muhammad Imran Pathurrahman, S.Pd., mengajukan pertanyaan mengenai langkah strategis menjaga integritas sebagai pengawas pemilu di tengah tanggung jawab terhadap keluarga dan pekerjaan. Menanggapi hal tersebut Ustadz Hardianto, S.Sos.,M.Sos., Menegaskan bahwa setiap tugas pengawasan harus dipandang sebagai bagian dari ibadah. Dengan niat yang lurus dan keikhlasan dalam menjalankan amanah, pekerjaan yang dilakukan akan menghadirkan keberkahan serta menjadi bekal pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.
Melalui kegiatan Jumpa Berlian ini, Bawaslu Kabupaten Mamuju berharap nilai-nilai integritas, profesionalisme, dan spiritualitas semakin mengakar dalam diri seluruh jajaran, sehingga pelaksanaan tugas pengawasan Pemilu dapat berjalan secara jujur, adil, dan berintegritas demi terwujudnya demokrasi yang berkualitas.(Humas)
Penulis : Nurfadliana Santi
Dokumentasi : Firman