Zulkifli, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Menghadiri Kegiatan Dialog Demokrasi Komunitas Forum Penggerak Pengawas Partisipasi Mamuju (FP2P)
|
Mamuju, Badan Pengawas Pemilihan Umum Bawaslu Kabupaten Mamuju-Demokrasi yang kuat tidak hanya lahir dari regulasi yang baik, tetapi juga dari keberanian masyarakat untuk menyampaikan gagasan dan terlibat aktif dalam setiap proses penyelenggaraan pemilu. Semangat itulah yang mewarnai Dialog Demokrasi bertajuk "Menata Pemilu dan Pilkada, Menjaring Gagasan untuk Penguatan Demokrasi dan Partisipasi" yang digelar melalui kolaborasi Forum Penggerak Pengawas Partisipatif Bawaslu (FP2P) dan Sipapada P2P Sulawesi Barat, Sabtu (11/7/2026), di Ngalo Rock Coffee, Jalan Andi Makkasau, Mamuju.
Mewakili Bawaslu Kabupaten Mamuju, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat, Zulkifl, hadir sebagai bentuk dukungan terhadap ruang-ruang dialog yang mendorong lahirnya ide dan rekomendasi bagi penguatan demokrasi di daerah.
Kegiatan yang diinisiasi oleh para alumni Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) dan Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) Bawaslu Kabupaten Mamuju tersebut menghadirkan sejumlah tokoh penyelenggara pemilu serta pengamat lokal sebagai narasumber utama. Dialog berlangsung interaktif dengan membahas berbagai tantangan dan peluang dalam mewujudkan penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada yang semakin demokratis, partisipatif, dan berintegritas.
Ketua FP2P Mamuju, Arjuna, menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar ruang diskusi, melainkan wadah untuk melahirkan rekomendasi konkret bagi perbaikan tata kelola kepemiluan. Ia juga mendorong agar KPU dan Bawaslu terus membuka ruang partisipasi masyarakat, khususnya kalangan pemuda, pada setiap tahapan penyelenggaraan pemilu demi mewujudkan pemilu yang berintegritas dan bermartabat.
Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli menyampaikan apresiasi atas inisiatif para alumni P2P dan SKPP yang terus menjaga semangat partisipasi masyarakat melalui forum dialog.
"Bawaslu Kabupaten Mamuju menyambut baik inisiatif ini karena penguatan demokrasi tidak dapat dilakukan hanya oleh penyelenggara pemilu. Dibutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, komunitas, akademisi, dan pemuda dalam mengawal setiap tahapan pemilu. Masukan serta gagasan yang lahir dari forum seperti ini menjadi energi positif bagi penyelenggara untuk terus meningkatkan kualitas pengawasan dan pelayanan demokrasi," ujar Zulkifli.
Melalui Dialog Demokrasi ini diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara penyelenggara pemilu dan masyarakat sipil dalam merumuskan berbagai rekomendasi strategis guna memperkuat kualitas demokrasi di Kabupaten Mamuju maupun Sulawesi Barat secara umum.(Humas)
Penulis : Nurfadliana Santi