Bangun Semangat Profesionalisme, Bawaslu Mamuju Gelar Pemantik Pemaparan Divisi HPPH
|
Mamuju, Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Mamuju-Semangat kolaborasi dan peningkatan kapasitas kembali digaungkan di lingkungan Bawaslu Kabupaten Mamuju. Dalam suasana penuh antusias, jajaran sekretariat dan staf berkumpul untuk memperkuat pemahaman tugas dan fungsi melalui kegiatan pemantik pemaparan divisi yang inspiratif dan membangun.
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Mamuju melaksanakan kegiatan pemantik pemaparan divisi pada Senin, 4 Mei 2026, bertempat di lantai 2 Kantor Bawaslu Kabupaten Mamuju. Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Sekretariat, kepala subbagian, serta seluruh jajaran staf Bawaslu Kabupaten Mamuju. Kegiatan pemantik ini difokuskan pada pemaparan presentasi oleh staf Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (HPPH).
Dalam pemaparannya, setiap staf menyampaikan tugas dan fungsi yang diemban sesuai dengan jabatan masing-masing, sekaligus memperkuat pemahaman internal terhadap peran strategis setiap divisi dalam mendukung kinerja kelembagaan. Melalui forum ini, diharapkan tercipta kesamaan persepsi serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan Bawaslu Kabupaten Mamuju. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang evaluasi dan refleksi untuk meningkatkan kualitas kerja, khususnya dalam pelaksanaan tugas-tugas pengawasan dan penyebarluasan informasi kepada publik.
Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Mamuju, Muhammad Imran Pathurrahman, S.Pd, dalam arahannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat pemahaman dan tanggung jawab setiap individu dalam organisasi.
“Melalui kegiatan pemantik ini, kita ingin memastikan bahwa seluruh jajaran memahami dengan baik tugas dan fungsinya masing-masing. Hal ini penting agar pelaksanaan tugas kelembagaan dapat berjalan secara efektif, profesional, dan akuntabel,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antar divisi dalam mendukung kinerja Bawaslu sebagai lembaga pengawas pemilu yang berintegritas. Menurutnya, peningkatan kapasitas internal menjadi salah satu kunci dalam menghadapi tantangan pengawasan ke depan.
Kegiatan berlangsung secara interaktif, dengan adanya sesi diskusi dan tanya jawab yang semakin memperkaya pemahaman peserta. Suasana yang komunikatif dan terbuka menjadi nilai tambah dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.(Humas)
Penulis : Nurfadliana Santi
Dokumentasi : Firman