Bawaslu Mamuju Perkuat Pengawasan Data Pemilih 2026, Pastikan Hak Pilih Masyarakat Terlindungi
|
MAMASA,-Komitmen menjaga hak pilih masyarakat terus digaungkan. Di tengah dinamika pemutakhiran data pemilih, Bawaslu Kabupaten Mamuju hadir memastikan setiap warga yang berhak tidak terlewat, sekaligus mencegah potensi pelanggaran sejak dini.
Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat, Zulkifli menghadiri rapat yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Sulawesi Barat di kantor Bawaslu Kabupaten Mamasa, Selasa (14/4/2026). Rapat ini menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan dan pengawasan pemutakhiran data pemilih di Provinsi Sulawesi Barat. Kegiatan tersebut mengangkat agenda evaluasi pelaksanaan pengawasan pemutakhiran data pemilih pada pemilu dan pemilihan terakhir, sekaligus penyusunan kerangka pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Tahun 2026.
Dalam forum tersebut, Bawaslu Kabupaten Mamuju memaparkan hasil pengawasan yang menunjukkan adanya dinamika signifikan dalam pergerakan data pemilih. Tercatat, terdapat penambahan sebanyak 2.302 pemilih, yang terdiri dari pindah masuk sebanyak 773 pemilih dan potensi pemilih baru sebanyak 1.529 pemilih. Di sisi lain, terdapat 2.242 pemilih Tidak Memenuhi Syarat (TMS), dengan rincian pemilih ganda sebanyak 23 orang, pindah keluar 1.932 orang, dan meninggal dunia sebanyak 287 orang. Selain itu, juga dilakukan perbaikan data pemilih sebanyak 1.335 pemilih. Data tersebut diperoleh dari hasil sinkronisasi antara DP4 Semester I Tahun 2026 dengan data PDPB Triwulan IV Tahun 2025, serta pemadanan data pemilih ganda melalui Sistem Informasi Data Pemilih (SIDALIH).
Zulkifli menegaskan bahwa pengawasan yang dilakukan bukan sekadar memastikan angka, tetapi menjamin kualitas demokrasi.
“Pemutakhiran data pemilih adalah fondasi utama dalam penyelenggaraan pemilu yang berkualitas. Kami di Bawaslu Kabupaten Mamuju berkomitmen untuk terus mengawal proses ini agar akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga hak pilih masyarakat benar-benar terlindungi,” ujar Zulkifli.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi antar jajaran Bawaslu menjadi kunci dalam memperkuat pengawasan ke depan, terutama dalam menghadapi tahapan Pemilu dan Pemilihan yang akan datang.
Melalui rapat ini, diharapkan seluruh jajaran Bawaslu di Sulawesi Barat dapat menyusun strategi pengawasan yang lebih efektif, adaptif, dan responsif terhadap dinamika data pemilih, guna mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan demokratis.(Humas)
Penulis : Nurfadliana Santi