Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Kinerja di Masa Non-Tahapan, Bawaslu Mamuju Melakukan Rapat Evaluasi Pelaporan dan Program Kerja

Perkuat Kinerja di Masa Non-Tahapan, Bawaslu Mamuju Melakukan Rapat Evaluasi Pelaporan dan Program Kerja

Jajaran Bawaslu Mamuju mengikuti rapat monitoring dan evaluasi pelaporan serta program kerja di lantai 2 Kantor Bawaslu Mamuju, Kamis (3/9/2026). Jajaran Bawaslu Mamuju mengikuti rapat monitoring dan evaluasi pelaporan serta program kerja di lantai 2 Kantor Bawaslu Mamuju, Kamis (3/9/2026). 

Mamuju, Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Mamuju-Masa non-tahapan bukan berarti ruang untuk berhenti bergerak. Justru pada fase inilah konsistensi, kesiapan, dan kualitas kerja kelembagaan terus dibangun. Semangat tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan rapat monitoring dan evaluasi pelaporan serta program kerja Bawaslu Mamuju, Kamis (3/9/2026), di lantai 2 Kantor Bawaslu Mamuju.

Rapat tersebut dihadiri oleh Ketua Bawaslu Mamuju, Kepala Sekretariat, Kepala Subbagian, serta jajaran staf Bawaslu Mamuju. Kegiatan dibuka oleh Kepala Subbagian Administrasi Bawaslu Mamuju, Muh. Yuhding, S.E.

Dalam rapat arahan, Ketua Bawaslu Mamuju, Rusdin, S.Pd., menekankan pentingnya memastikan seluruh program kerja yang telah direncanakan dapat berjalan, terdokumentasi, dan dilaporkan secara tepat waktu.

Rusdin menyampaikan bahwa terdapat sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian bersama, salah satunya peningkatan kapasitas jajaran sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapan kelembagaan menghadapi tugas-tugas pengawasan ke depan.

“Beberapa hal yang kita lakukan dalam beberapa bulan ini harus terus kita evaluasi, pertama terkait peningkatan kapasitas. Kemudian seluruh program yang dilaksanakan berdasarkan surat edaran Bawaslu RI, seperti Jumat Sehati dan Jumpa Berlian, termasuk konsolidasi demokrasi, harus terus diperhatikan dan diingatkan oleh komisioner,” ujar Rusdin.

Selain itu, Rusdin menegaskan bahwa Indikator Kinerja Utama (IKU) tidak boleh dipandang sebagai sekadar kewajiban administratif. Setiap progres perlu dipantau secara berkala sehingga kendala yang ditemukan dapat segera diidentifikasi dan dicarikan solusinya.

Ia meminta Kepada Kepala Subbagian setiap divisi untuk melakukan pengecekan terhadap indikator kinerja yang telah diselesaikan maupun yang masih dalam proses, termasuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi.

“IKU ini tidak bisa kita sepelekan. Kepala Subbagian perlu mengecek apa saja progres indikator kinerja yang sudah diselesaikan dan mana yang belum, termasuk apa kendalanya. Jangan sampai ketika pelaporan semester kedua nanti semuanya dilakukan secara dadakan,” tegasnya.

Dalam rapat tersebut, program Bawaslu Membelajarkan juga menjadi salah satu perhatian. Program tersebut dinilai dapat menjadi sarana untuk memperlihatkan kepada publik mengenai berbagai aktivitas dan kerja kelembagaan Bawaslu, khususnya pada masa non-tahapan.

Menurut Rusdin, kerja-kerja Bawaslu pada masa non-tahapan perlu dikemas dan ditampilkan secara baik sehingga masyarakat dapat memahami bahwa pengawasan pemilu tidak hanya berlangsung ketika tahapan pemilu atau pemilihan sedang berjalan.

“Bawaslu Membelajarkan ini saya menarik kesimpulan bahwa kita diminta untuk menampakkan wajah depan kelembagaan Bawaslu. Bahwa inilah yang dikerjakan Bawaslu pada masa non-tahapan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, aspek administrasi dan kearsipan juga menjadi perhatian dalam rapat monitoring dan evaluasi tersebut. Seluruh dokumen kelembagaan, baik surat masuk, surat keluar, maupun dokumen yang berkaitan dengan pelaksanaan program dan kegiatan, diharapkan dapat diarsipkan secara tertib dan dilakukan secara berkala.

Pengarsipan yang dilakukan setiap saat dinilai penting untuk memastikan setiap proses kerja kelembagaan memiliki dokumentasi yang lengkap, mudah ditelusuri, dan dapat dipertanggungjawabkan ketika dibutuhkan.

Melalui rapat monitoring dan evaluasi ini, Bawaslu Mamuju terus mendorong penguatan koordinasi antara unsur pimpinan, sekretariat, dan jajaran staf. Evaluasi tidak hanya menjadi ruang untuk melihat capaian, tetapi juga menjadi momentum untuk mengidentifikasi kekurangan, menyelesaikan kendala, serta memastikan setiap program kerja berjalan sesuai target.(Humas)

Penulis : Nurfadliana Santi

Dokumentasi : Firman