Lompat ke isi utama

Berita

Semangat Kolaborasi Menguat: Bawaslu Mamuju Tuntaskan Rekrutmen P2P, Partisipasi Masyarakat Kian Berdaya

Semangat Kolaborasi Menguat: Bawaslu Mamuju Tuntaskan Rekrutmen P2P, Partisipasi Masyarakat Kian Berdaya

Bawaslu Kabupaten Mamuju resmi menutup proses perekrutan peserta Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) Tahun 2026 dengan kuota terpenuhi sebanyak 20 orang, melibatkan berbagai organisasi kepemudaan, kemahasiswaan, hingga komunitas difabel sebagai wujud penguatan pengawasan pemilu yang inklusif dan partisipatif.

Mamuju, Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Mamuju-Semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap demokrasi kembali tumbuh di Kabupaten Mamuju. Di tengah harapan akan pengawasan pemilu yang semakin partisipatif, Bawaslu Kabupaten Mamuju resmi menuntaskan proses perekrutan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026, menghadirkan wajah-wajah baru dari berbagai latar belakang organisasi yang siap terlibat aktif dalam mengawal proses demokrasi.

Bawaslu Kabupaten Mamuju telah menyelesaikan proses perekrutan peserta Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) "Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat" dengan total kuota terpenuhi sebanyak 20 orang. Proses pengumpulan berkas persyaratan resmi ditutup pada Selasa, 5 Mei 2026, dengan Organisasi Gema Difabel Mamuju menjadi pendaftar terakhir yang melengkapi kuota peserta.

Peserta yang terpilih berasal dari berbagai organisasi kepemudaan, kemahasiswaan, dan lembaga masyarakat di Kabupaten Mamuju. Di antaranya HMI Mamuju, GMII Mamuju, PMII Mamuju, GMKI Mamuju, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), PP IPMAPUS Sul-Bar, Fraksi, Alam Pelita Malaqbi, Lembaga Pemerhati Sulbar, serta Gema Difabel Mamuju Sulawesi Barat. Keberagaman latar belakang ini menjadi kekuatan tersendiri dalam mendorong pengawas partisipatif yang inklusif dan representatif. Dari total 20 peserta, terdapat 8 perempuan dan 12 laki-laki, dengan persentase keterwakilan perempuan mencapai 40 persen. Hal ini menunjukkan komitmen Bawaslu dalam mendorong kesetaraan gender serta memperluas ruang partisipasi perempuan dalam pengawasan pemilu. 

Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Mamuju, Zulkifli, menyampaikan bahwa keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam program P2P merupakan langkah strategis dalam memperkuat demokrasi dari akar rumput.
“Kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif ini bukan hanya sekadar kegiatan pelatihan, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam membangun kesadaran kritis masyarakat terhadap pentingnya pengawasan pemilu. Kami berharap para peserta dapat menjadi agen pengawasan di lingkungannya masing-masing,” ujar Zulkifli.

Ia juga menambahkan bahwa keberagaman latar belakang peserta, termasuk keterlibatan komunitas gema difabel, menjadi bukti bahwa pengawasan pemilu harus inklusif dan melibatkan semua kalangan tanpa terkecuali.

Dengan rampungnya proses rekrutmen ini, Bawaslu Kabupaten Mamuju optimistis pelaksanaan P2P ke depan akan berjalan maksimal dan mampu melahirkan pengawas partisipatif yang berintegritas, kritis, serta berkomitmen menjaga kualitas demokrasi di daerah.(Humas)

Penulis : Nurfadliana Santi

Dokumentasi : Firman