Tumbuhkan Kesadaran Partisipasi Masyarakat, Bawaslu Mamuju Ikuti Training of Trainer Pengawasan Partisipatif 2025
|
Mamuju, Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Mamuju-Di tengah semangat baru untuk meningkatkan transparansi dalam pemilu, Bawaslu Kabupaten Mamuju turut serta dalam Training of Trainer (T.O.T) Pendidikan Pengawasan Partisipatif Tahun 2025 yang berlangsung di Kantor Bawaslu Kabupaten Polewali Mandar. Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Tenaga Ahli Bawaslu Republik Indonesia ini bukan hanya sebuah pelatihan, tetapi sebuah langkah penting untuk melibatkan masyarakat dalam pengawasan pemilu, demi masa depan demokrasi yang lebih baik. Dengan harapan besar, setiap peserta pulang dengan semangat baru untuk menjadi bagian dari perubahan dalam pengawasan pemilu.
Pada tanggal 4 Desember 2025, Bawaslu Kabupaten Mamuju menghadiri kegiatan Training of Trainer (T.O.T) Pengawasan Partisipatif Tahun 2025 yang dilaksanakan di Kantor Bawaslu Kabupaten Polewali Mandar. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Tenaga Ahli (TA) Bawaslu Republik Indonesia, yang memberikan arahan dan petunjuk mengenai pentingnya peran Fasilitator dalam memandu kegiatan pemilu.
Rapat dimulai dengan sambutan dari Ketua Bawaslu Kabupaten Polewali Mandar yang merasa terhormat atas kehadiran TA Bawaslu RI dan berharap agar kegiatan ini dapat memberikan arahan serta saran konstruktif dalam meningkatkan kapasitas pengawasan. Ditekankan bahwa pengawasan yang efektif sangat bergantung pada inovasi yang dilakukan selama masa non-tahapan pemilu, yang menjadi kesempatan untuk memperkuat fungsi pengawasan.
Kemudian, sambutan dan pembukaan disampaikan oleh Hamrana Hakim, Koordinator Divisi Pencegahan Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Provinsi Sulawesi Barat. Beliau menyampaikan rasa terima kasih kepada Bawaslu Republik Indonesia yang telah memberikan kepercayaan untuk melaksanakan Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P), serta mengapresiasi Bawaslu Kabupaten Polewali Mandar yang telah berhasil meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu.
Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan simulasi dan evaluasi peran fasilitator dalam pengawasan pemilu. Simulasi ini bertujuan untuk mempersiapkan peserta agar dapat melaksanakan tugas sebagai fasilitator pengawasan yang efektif di daerah masing-masing. Kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab yang memberi kesempatan peserta untuk mendalami topik lebih dalam, serta foto bersama sebagai kenang-kenangan.
Peran Penting Partisipasi
Menurut teori demokrasi partisipatif, pengawasan pemilu yang melibatkan masyarakat secara aktif mampu memperkuat proses demokrasi, meningkatkan akuntabilitas, dan mengurangi potensi kecurangan dalam pemilu. Pendidikan pengawasan partisipatif, seperti yang dilaksanakan dalam T.O.T ini, menjadi salah satu metode efektif untuk membantu dan mendorong masyarakat berperan aktif dalam pengawasan. Dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam proses pengawasan, diharapkan kualitas pemilu akan lebih baik dan transparan.
Keterlibatan masyarakat dalam pengawasan pemilu sesuai dengan teori pengawasan sosial yang mengemukakan bahwa masyarakat harus menjadi bagian dari kontrol terhadap penyelenggaraan pemilu, bukan hanya sekedar pengamat. Inilah yang menjadi inti dari kegiatan T.O.T ini: untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam melakukan pengawasan secara partisipatif, yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia.
Zulkifl, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Mamuju, menyatakan, “Pelatihan seperti ini sangat penting dalam membekali kami dengan pengetahuan dan keterampilan untuk meningkatkan partisipasi peserta dalam pengawasan pemilu. Dengan keterlibatan langsung masyarakat dalam pengawasan, kami berharap proses pemilu yang lebih adil dan transparan dapat tercipta, serta menciptakan kepercayaan yang lebih besar terhadap sistem demokrasi kita.”(Pungkasnya).
Dengan dilaksanakannya Training of Trainer (T.O.T) Pengawasan Partisipatif ini, Bawaslu Kabupaten Mamuju semakin mempertegas komitmennya untuk memberdayakan masyarakat dalam pengawasan pemilu. Melalui pendidikan dan pelatihan yang intensif, diharapkan masyarakat dapat menjadi ujung tombak dalam memastikan pemilu yang adil, transparan, dan akuntabel. Dengan semangat bersama, kami percaya bahwa pengawasan partisipatif akan memperkuat integritas proses pemilu di Kabupaten Mamuju dan di Indonesia secara keseluruhan. Sebagai bagian dari Bawaslu Kabupaten Mamuju, kami siap untuk terus bekerja keras dan berinovasi demi terciptanya demokrasi yang lebih baik.(Humas)
Penulis: Andi Muhfi Zandi M