Bawaslu Mamuju dan Kemenag Perkuat Integritas Demokrasi Melalui MoU Pembinaan Mental Spiritual
|
Mamuju, Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Mamuju-Suasana hangat penuh kekeluargaan menyelimuti ruang pertemuan lantai dua kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Mamuju pada Kamis, 7 Mei 2026. Pertemuan yang tidak sekadar seremonial itu menjadi langkah penting dalam memperkuat nilai moral, integritas, serta spiritualitas jajaran pengawas pemilu melalui penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) bersama Kementerian Agama Kabupaten Mamuju.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mamuju H. Ramli L, S.Ag., M.Pd.I beserta jajaran staf Kementerian Agama Kabupaten Mamuju. Dari pihak Bawaslu Kabupaten Mamuju hadir Ketua Bawaslu Kabupaten Mamuju Rusdin, S.Pd, Kepala Sekretariat Muhammad Imran Pathurrahman, para kepala subbagian, serta jajaran staf Bawaslu Kabupaten Mamuju.Penandatanganan Nota Kesepahaman ini menjadi langkah strategis kedua lembaga dalam membangun sinergi kelembagaan yang tidak hanya berfokus pada pengawasan Pemilu dan Pemilihan, tetapi juga pada penguatan moral, etika, dan spiritualitas aparatur pengawas Pemilu.
Dalam Nota Kesepahaman tersebut dijelaskan bahwa kerja sama ini dimaksudkan sebagai landasan bagi para pihak dalam menjalin sinergi kelembagaan melalui pelaksanaan pembinaan mental dan spiritual serta penguatan pengawasan partisipatif dalam penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan. Adapun tujuan kerja sama ini antara lain memperkuat integritas, profesionalitas, dan independensi jajaran Bawaslu Kabupaten Mamuju melalui pembinaan mental dan spiritual yang berkelanjutan, meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai moral, etika serta spiritual dalam pelaksanaan tugas pengawasan Pemilu, mendorong partisipasi aktif masyarakat berbasis keagamaan dalam pengawasan partisipatif, hingga mewujudkan penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.
Ketua Bawaslu Kabupaten Mamuju, Rusdin, S.Pd menyampaikan bahwa pengawasan Pemilu tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis dan regulasi, tetapi juga kekuatan moral dan spiritual dalam menjalankan tugas pengawasan secara profesional dan berintegritas.
“Melalui kerja sama ini, kami berharap lahir penguatan karakter dan integritas jajaran Bawaslu Kabupaten Mamuju. Pengawasan Pemilu yang baik tidak hanya dibangun dari aturan, tetapi juga dari nilai moral dan spiritual yang kuat dalam diri setiap penyelenggara,” ujar Rusdin.
Dalam kesempatan tersebut, H. Ramli L, S.Ag., M.Pd.I Selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mamuju menyampaikan apresiasi atas inisiatif Bawaslu Kabupaten Mamuju dalam membangun kolaborasi berbasis nilai keagamaan dan demokrasi.
“Kementerian Agama Kabupaten Mamuju siap mendukung penuh pelaksanaan pembinaan mental dan spiritual bagi jajaran Bawaslu. Kami berharap sinergi ini dapat menjadi contoh kolaborasi antar lembaga dalam menciptakan demokrasi yang bersih, bermartabat, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan,” tuturnya.
Melalui kolaborasi ini, Bawaslu Kabupaten Mamuju berharap tercipta penguatan sumber daya manusia berbasis nilai moral, spiritual, dan etika guna mendukung demokrasi yang bersih, berintegritas, dan bermartabat di Kabupaten Mamuju.(Humas)
Penulis : Nurfadliana Santi
Dokumentasi : Firman